Dorong Budaya Ramah Lingkungan, Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul Olah Limbah Cangkang Telur Menjadi Sabun Cuci Piring

28 Agustus 2026 superadmin 3

Dorong Budaya Ramah Lingkungan, Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul Olah Limbah Cangkang Telur Menjadi Sabun Cuci Piring

Bantul (MTsN 9 Bantul) – Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul terus mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan, Jumat (28/08/2026).

 

Inovasi tersebut berangkat dari kepedulian terhadap limbah cangkang telur yang selama ini kerap langsung dibuang. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang memiliki nilai guna. Tim Adiwiyata pun mencoba mengolahnya sebagai bagian dari formulasi produk pembersih untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Cangkang telur diketahui sebagian besar tersusun atas kalsium karbonat. Setelah melalui proses pembersihan, pengeringan, dan penghalusan, cangkang telur dapat menghasilkan serbuk halus yang kemudian akan diuji pemanfaatannya sebagai salah satu bahan dalam formulasi sabun cuci piring.

 

Sebelum memasuki tahap pembuatan produk, Tim Adiwiyata melakukan serangkaian persiapan bahan. Cangkang telur dikumpulkan, dibersihkan dari sisa kotoran dan membran, kemudian dikeringkan. Setelah benar-benar kering, cangkang dihaluskan hingga menjadi serbuk agar lebih mudah digunakan pada tahap formulasi.

 

Proses tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada murid bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berakhir pada kegiatan membuang atau memilah. Dengan kreativitas dan pengetahuan, material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

 

Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan pola pikir zero waste sekaligus melatih kemampuan murid dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka.

 

“Kami ingin menanamkan pola pikir zero waste dan kemampuan problem solving kepada para murid. Mereka diajak untuk melihat nilai tambah dan potensi ekonomi dari hal-hal yang selama ini dianggap sebagai sampah,” ujar Siti.

 

Pengolahan cangkang telur juga membuka ruang pembelajaran kontekstual bagi murid. Mereka dapat mengenal karakteristik suatu bahan, tahapan pengolahan limbah, proses pengembangan produk, hingga kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui pengalaman nyata, bukan sekadar pengetahuan di dalam kelas.

 

Inovasi tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis lingkungan. Produk yang dikembangkan dari bahan yang sebelumnya dianggap limbah dapat menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan dan kreativitas dapat dipertemukan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai.

 

Ke depan, sabun cuci piring hasil pengembangan Tim Adiwiyata direncanakan terlebih dahulu untuk diuji dan dimanfaatkan bagi kebutuhan kebersihan internal madrasah. Tahap pengujian menjadi penting untuk mengetahui kualitas dan kelayakan produk sebelum dikembangkan lebih lanjut.

 

Melalui inovasi pengolahan limbah cangkang telur, MTsN 9 Bantul terus mendorong tumbuhnya budaya ramah lingkungan di kalangan warga madrasah. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kemampuan melihat kembali sampah di sekitar dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. (wwt)