11 Juni 2026 superadmin 6
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) hari ketujuh di MTsN 9 Bantul pada Kamis (11/06/2026) berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang berfokus pada mata pelajaran eksakta maupun teori umum, jadwal asesmen kali ini mengujikan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBP) serta muatan lokal Bahasa Jawa bagi peserta didik kelas VII dan VIII.
Pelaksanaan asesmen pada kedua mata pelajaran tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik selama satu semester, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal. Evaluasi dirancang agar peserta didik mampu memahami, mengapresiasi, serta merefleksikan nilai-nilai tradisi dan estetika dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pertama, asesmen Seni Budaya dan Prakarya mengukur pemahaman peserta didik terhadap konsep seni, kreativitas, serta keterampilan dalam berkarya. Mata pelajaran ini diharapkan dapat mengembangkan kepekaan estetis dan kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan ide secara positif dan produktif.
Sementara itu, pada sesi kedua, peserta didik mengikuti asesmen muatan lokal Bahasa Jawa. Materi yang diujikan meliputi pemahaman bahasa, sastra, serta unggah-ungguh basa atau tata krama berbahasa Jawa. Penguasaan aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, khususnya dalam menumbuhkan sikap santun, hormat, dan menghargai sesama.
Ketua Panitia ASAT MTsN 9 Bantul, Noor Shofiyati, menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen hari ketujuh selaras dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya.
"Melalui asesmen Seni Budaya dan Prakarya serta Bahasa Jawa, peserta didik tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga diajak untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya yang dimiliki. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan etika, empati, dan penghargaan terhadap warisan budaya," ujarnya.
Panitia memastikan seluruh rangkaian asesmen berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kesiapan sarana, koordinasi pengawas, serta kedisiplinan peserta didik turut mendukung terciptanya suasana ujian yang kondusif. Para siswa tampak serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut pemahaman konseptual, kemampuan analisis, serta penerapan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan ASAT di MTsN 9 Bantul masih akan berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Madrasah berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti setiap tahapan asesmen dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta memperoleh hasil yang optimal sesuai dengan usaha belajar yang telah dilakukan.
Melalui pelaksanaan asesmen ini, MTsN 9 Bantul berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pelestarian budaya dan pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berwawasan budaya. (wwt)