Teknologi Bertemu Budaya: Murid Kelas VIII MTsN 9 Bantul Berkarya dengan Komik Bahasa Jawa

30 Juli 2026 superadmin 12

Teknologi Bertemu Budaya: Murid Kelas VIII MTsN 9 Bantul Berkarya dengan Komik Bahasa Jawa

antul (MTsN 9 Bantul) – Suasana pembelajaran Bahasa Jawa di kelas VIII MTsN 9 Bantul berlangsung berbeda dan penuh antusias, Kamis (30/07/2026). Dalam kegiatan yang memadukan teknologi dan budaya, para murid memanfaatkan Canva AI untuk membuat komik berbahasa Jawa sebagai media pembelajaran pacelathon (dialog). Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong kreativitas murid dalam melestarikan bahasa daerah di era digital.

 

Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menyusun alur cerita, menulis dialog menggunakan bahasa Jawa yang santun sesuai unggah-ungguh basa, kemudian mengubah ide tersebut menjadi komik digital melalui fitur AI di Canva. Tema yang dipilih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami dan menarik untuk dikembangkan.

Beragam cerita berhasil dihasilkan. Salah satu kelompok mengangkat kisah seorang murid yang terlambat masuk kelas dan meminta izin kepada guru menggunakan bahasa Jawa yang santun. Kelompok lain membuat cerita tentang pertemuan murid dengan guru di sebuah toko buku yang menampilkan nilai sopan santun, rasa hormat, dan etika berbahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Setelah komik selesai dibuat, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Para murid menjelaskan alur cerita, penggunaan kosakata, serta nilai karakter yang terkandung dalam dialog. Suasana presentasi berlangsung interaktif karena kelompok lain turut memberikan tanggapan, pertanyaan, dan apresiasi terhadap karya teman-temannya.

 

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Pemanfaatan Canva AI membantu murid menuangkan ide menjadi karya visual yang menarik tanpa mengurangi fokus pada ketepatan penggunaan bahasa Jawa.

 

Para murid tampak antusias mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir. Mereka mengaku lebih mudah memahami materi pacelathon karena dapat langsung mempraktikkannya dalam bentuk komik digital yang kreatif dan komunikatif.

 

Melalui inovasi pembelajaran ini, MTsN 9 Bantul terus menghadirkan proses belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Pembelajaran Bahasa Jawa menjadi lebih hidup, bermakna, dan mampu menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa serta budaya Jawa sebagai bagian dari identitas bangsa di era digital. (ds)